Langsung ke konten utama

Postingan

Feature Sejarah Museum Letjen Jamin Ginting

Letnan Jenderal Jamin Ginting adalah salah satu pahlawan nasional Indonesia. Beliau merupakan seorang pejuang kemerdekaan yang memiliki tekad besar melindungi tanah air, terutama sewaktu masa penjajahan Jepang (1942-1945) dan Agresi Militer Belanda I dan II (1947-1949). Letjen Jamin Ginting lahir pada 12 Januari 1921 di Desa Suka, Kecamatan Tiga Panah, Kabupaten Karo. Semasa hidupnya, beliau telah menyandang  berbagai jabatan seperti Komandan Resimen, Komandan Pangkalan Tentara dan Teritorium, Panglima Tentara dan Teritorium Bukit Barisan di Sumatera Utara dan menjadi Asisten II Menteri Panglima Angkatan Darat dan Inspektur Jenderal Angkatan Darat di Jakarta. Pada tahun 1968 hingga tahun 1972, Letjen Jamin Ginting menjadi anggota Dewan Perwakilan Rakyat dan juga menjadi Sekretaris Bersama Golongan Karya. Selain itu beliau juga pernah menjadi Ketua Diskusi Luar Negeri Indonesia dan Ketua Dewan Angkatan 45 serta menjadi Duta Luar Biasa Biasa Berkuasa Penuh Republik Indonesia untu...
Postingan terbaru

Literasi Wajah Pendidikan. " Rendahnya etika pelajar pada guru"

Rendahnya Etika Pelajar kepada Guru Etika adalah baik dan buruknya perilaku, hak serta kewajiban moral, sekumpulan asa atau nilai-nilai yang berhubungan atau berkaitan dengan akhlak, nilai mengenai benar atau salahnya perbuatan maupun perilaku seseorang. Hahaha,  lucu memang dunia ini SisBro. Tiada lagi rasa hormat menghormati. Iya kan, iya kan.  Gak bohong aku kan.  Ayooo kam jawab dulu yok. Seperti yang sering terjadi saat ini, para pelajar tidak lagi memiliki etika yang baik. Dan kerap terjadi hal-hal yang menunjukkan bahwa rendahnya etika para pelajar terhadap guru sudah sangat parah. Guru yang mestinya dihormati dan dihargai sekarang malah dilawan dan tidak lagi disegani. Eh eh, ini gak salah kan SisBro. Nanti tersesat pulak aku ke hati kam. Gak nyambung pun kan.  Hahaha Merosotnya  budaya sopan santun pelajar dipengaruhi oleh banyak faktor, baik faktor dari keluarga maupun dari lingkungan sekitar. Dan seharusnya orangtua pun turut ikut serta dalam...

Tulisan Persuasif dan contohnya

1.Tulisan Persuasif Pada saat ini, Globalisasi sangat berkembang pesat yang berupa teknologi dan informasi maupun di bidang pekerjaan sehingga untuk sekedar bertahan hidup di zaman sekarang tidaklah mudah. Pendidikan merupahkan salah satu alat untuk menjadikan kita mampu bersaing dibidang akademis maupun keterampilan. Salah satunya dengan menempuh pendidikan lanjutan di Universitas HKBP Nommensen Medan. UHN Medan merupahkan universitas swasta yang terkenal dengan kerukunan antara mahasiswa, staf pegawai, maupun dosen. UHN telah terakreditas B dan menjadi kampus swasta terbaik di Sumatera Utara. Universitas HKBP Nommensen sudah mampu menembus international dalam bidang pertukaran mahasiswa antar Negara.  UHN memiliki 7 Fakultas dan semua telah terakreditas BAN-PT diantaranya adalah: 1.Ekonomi 2.Pertanian 3.Peternakan 4.Ilmu Sosial dan Politik 5.Teknik 6.Psikologi 7.Bahasa dan Seni 8.Keguruan dan Ilmu pendidikan serta; 9. Kedokteran Oleh sebab itu bergabunglah bersama kam...

Paragraf Argumentasi dan Paragraf Eksposisi

1. Paragraf Argumentasi Paragraf Argumentasi adalah paragraf yang berusaha membuktikan kebenaran dengan berfikir kritis dan logis,  bertolak dari fakta-fakta untuk mencapai suatu kesimpulan.  Contoh: Gaya hidup merupakan cara mengekspresikan diri melalui aktivitas, minat dan opini  yang berkaitan dengan citra diri. Sebagian besar remaja zaman sekarang ini menyalahgunakan gaya hidupnya, apalagi remaja-remaja yang hidup di kota-kota besar. Bukan hanya orang-orang di kota metropolitan saja yang mengikuti trend mode di zaman sekarang bahkan di perkampungan dan pedesaan pun banyak yang mengikutinya. Remaja zaman kini itu selalu dikaitkan dengan teknologi. Banyak di sekitar kita wanita yang memakai celana pendek di depan umum yang tidak selayaknya dilakukan oleh kaum wanita pada umumnya. Sebagian besar mereka lebih mengikuti trendmode di masa kini, seperti contohnya berpakain seperti orang luar negeri dan bergaya kebarat-baratan. Tanpa mereka tau bahwa gaya tersebut...

Janji

"Aku tidak suka kamu terluka, itulah alasan aku selalu ada. Aku tidak akan pergi, aku akan selalu ada. Aku suka mencintaimu dengan segala tingkah anehmu yang menyebalkan. Jangan khawatir, aku tidak akan lelah berkorban untukmu." Aku tidak pernah lupa setiap kata yang kau ciptakan untukku. Terkadang aku menangis mengingat hari ketika aku dan kamu menjadi kita. Aku mencari hal yang mampu mengundang tawaku, tidak ada jua. Aku tidak menyesali apa yang telah terjadi sekalipun itu ketika kamu pergi, karena aku tau kamu akan kembali seperti janjimu. Dan jikalau kamu suka keadaan ini, Aku akan terus seperti ini, aku tidak akan hilang. Kupastikan cintaku tidak akan hilang, aku akan menunggumu kembali. Sama sepertimu,  aku menyukai ketika kita yang berawal dari ketiadaan dan akhirnya ada bersamamu meski kembali tiada. SentiaPepayosaGinting

Teks Narasi Ekspositorik dan Narasi Sugestif beserta contohnya

A. Narasi Ekspositorik (Narasi Teknis) Narasi Ekspositorik adalah narasi yang memiliki sasaran penyampaian informasi secara dengan tujuan memperluas pengetahuan orang tentang kisah seseorang Contoh: "Sejak 2011-2013 aku hanya menerima penolakan" itu adalah kalimat asli dari Boy candra.  Siapa yang tak kenal dengan Boy Candra? penulis yang sangat menginspirasi kaum muda.  Boy Candra lahir 21 November 1989 besar di Sumatera Barat. Ia pernah kuliah di jurusan Administrasi Pendidikan, Universitas Negeri Padang.  Boy Candra sepertinya memang dilahirkan untuk menjadi penulis hebat. Dia sudah mulai menulis puisi sejak duduk di bangku SD kemudian baru serius memenuhi profesinya sebagai novelis sejak tahun 2011. Penulis ini memiliki ciri khas dengan karyanya yang bertema Romance, menurutnya tema ini dekat dengan generasi muda yang sedang dalam perjalanan menemukan cinta sejatinya.  Berikut ini beberapa novel karya Boy Candra yang sudah terbit di toko. 1. Origami hati 2.S...
Kini kusadar,  keadaan ini memang sangat sulit untuk dimengerti, terlalu besar untuk kukalahkan dan terlalu kuat untuk kulawan. Aku hanya mampu diam dan merenung.  Apakah selamanya begini? Ah,otakku buntu untuk berfikir kali ini.  Aku tak pumya cukup ilmu untuk menjawabnya. Aku seperti anak keong yg hanya mampu bersembunyi di rumahku sendiri, terlalu lemah,  terlalu bodoh pernah menikmati keadaan itu. Aku tidak tau apa yg akan kulalui setelahnya,aku tidak mengerti seperti apa duniaku sesudah ini. Aku tidak akan melawan,  aku juga tidak akan menentangmu. Aku hanya cukup diam Dan mengalah, karna bukankah mengalah bukan berarti kalah? Baiklah,  terlalu banyak aku berkata akan terlalu sulit untuk kamu pahami ini,  ya aku mengerti itu. Seperti pohon kaktus yang hidup di padang gurun, iya akan tetap mampu bertahan disana karna iya punya air hidupnya, aku juga sama. Aku akan bertahan dengan modal dan caraku sendiri. Aku tidak peduli sebagaimana keji kamu m...