Langsung ke konten utama

Paragraf Argumentasi dan Paragraf Eksposisi


1. Paragraf Argumentasi
Paragraf Argumentasi adalah paragraf yang berusaha membuktikan kebenaran dengan berfikir kritis dan logis,  bertolak dari fakta-fakta untuk mencapai suatu kesimpulan. 
Contoh:
Gaya hidup merupakan cara mengekspresikan diri melalui aktivitas, minat dan opini  yang berkaitan dengan citra diri. Sebagian besar remaja zaman sekarang ini menyalahgunakan gaya hidupnya, apalagi remaja-remaja yang hidup di kota-kota besar. Bukan hanya orang-orang di kota metropolitan saja yang mengikuti trend mode di zaman sekarang bahkan di perkampungan dan pedesaan pun banyak yang mengikutinya.
Remaja zaman kini itu selalu dikaitkan dengan teknologi. Banyak di sekitar kita wanita yang memakai celana pendek di depan umum yang tidak selayaknya dilakukan oleh kaum wanita pada umumnya.
Sebagian besar mereka lebih mengikuti trendmode di masa kini, seperti contohnya berpakain seperti orang luar negeri dan bergaya kebarat-baratan. Tanpa mereka tau bahwa gaya tersebut menyimpamg dengan kebudayaan dan tata krama di Negeri kita.  Mereka belum mengerti bahwa trend mode yang ada di luar negeri itu menyimpang moral. Sedangkan Negara Indonesia terkenal dengan kesopanan dan budi luhurnya.
Contoh yang dilakukan orang luar negeri seperti bermabuk-mabukan bahkan banyak remaja terutama kaum lelaki di zaman sekarang yang sudah minum-minuman keras bahkan narkoba. Mereka beranggapan bahwa jika tidak mengkonsumsi barang tersebut maka ia akan dinilai sebagai remaja yang ketinggalan zaman atau tidak gaul. Ini merupahkan salah satu contoh yang tidak baik, karena kalau mereka mengkonsumsi barang-barang haram tersebut bias merusak kesehatan mereka apalagi mereka dalam tahap perkembangan terutama bagi pengguna narkoba. Dampak negative dari penggunaan narkoba adalah dapat mengalami gangguan syaraf pada otak yang tidak berjalan sempurna dapat mengalami gangguan mental.
Indonesia harus memajukan bangsa terutama dalam kebudayaan karena Negara Indonesia yang terkenal akan kayanya kebudayaan. Hindari hal-hal yang berdampak negatif, boleh kita mengikuti gaya kebarat-baratan asalkan itu mengandung nilai yang positif.


2.Paragraf Eksposisi


Paragraf Eksposisi adalah suatu tulisan yang berupaya untuk memaparkan atau menerangkan sesuatu hal atau objek sehingga pembaca diharapkan dapat memahami hal atau objek tersebut dengan jelas.
 Contoh : Susu adalah cairan bergizi berwarna putih  yang dihasilkan oleh kelenjar susu mamalia, salah satunya manusia.
Susu memiliki banyak manfaat bagi tubuh manusia diantaranya sebagai berikut:
1.Menetralisirkan racun dalam tubuh
2.Membuat tulang dan gigi kuat
3.Membantu mengoptimalkan pertumbuhan anak
4.Memberikan energi tubuh
5.Baik untuk kecantikan
6.Mengendalikan tekanan darah
7.Menjaga tingkat kesuburan
8.Membantu menurunkan berat badan
9.Mengurangi stres dam depresi
10.Menjaga dan membentuk otot.
Berikut ini cara pembuatan susu putih dengan sederhana
Bahan: Air panas 12 ml, susu sapi 120 gr, gula pasir 80 gr.
Alat: Blender, sendok, gelas.
Cara membuat: Pertama,  tuangkan air kedalam blender, tambahkan susu sapi bubuk dan gula pasir.  Kedua, setelah itu blender semua bahan selama 1 menit hingga menyatu,  lalu tunggu mendingin agar mengental.  Siap dinikmati.
Itulah bahan dan cara membuat susu kental masin.  Jika ingin menambahkan rasa bisa dengan rasa coklat ataupun dengan rasa yang lain sesuai selera.
Susu putih dan susu coklat hampir memiliki khasiat yang sama dan tidak jauh berbeda. Susu coklat mengandung kalori,  jumlah lemak 34 g,  lemah tak jenuh ganda 0,1 g,  kolestrol 12 mg, natrium 60 mg dan kandungan lainnya.  Jadi, susu putih dan susu coklat memiliki kandungan gizi yang hampir sama. Tergantung selera setiap orang mengkonsumsi susu putih ataupun coklat.

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Feature Sejarah Museum Letjen Jamin Ginting

Letnan Jenderal Jamin Ginting adalah salah satu pahlawan nasional Indonesia. Beliau merupakan seorang pejuang kemerdekaan yang memiliki tekad besar melindungi tanah air, terutama sewaktu masa penjajahan Jepang (1942-1945) dan Agresi Militer Belanda I dan II (1947-1949). Letjen Jamin Ginting lahir pada 12 Januari 1921 di Desa Suka, Kecamatan Tiga Panah, Kabupaten Karo. Semasa hidupnya, beliau telah menyandang  berbagai jabatan seperti Komandan Resimen, Komandan Pangkalan Tentara dan Teritorium, Panglima Tentara dan Teritorium Bukit Barisan di Sumatera Utara dan menjadi Asisten II Menteri Panglima Angkatan Darat dan Inspektur Jenderal Angkatan Darat di Jakarta. Pada tahun 1968 hingga tahun 1972, Letjen Jamin Ginting menjadi anggota Dewan Perwakilan Rakyat dan juga menjadi Sekretaris Bersama Golongan Karya. Selain itu beliau juga pernah menjadi Ketua Diskusi Luar Negeri Indonesia dan Ketua Dewan Angkatan 45 serta menjadi Duta Luar Biasa Biasa Berkuasa Penuh Republik Indonesia untu...

Diam saja jika itu yg baik

Kini kusadar,  keadaan ini memang sangat sulit untuk dimengerti, terlalu besar untuk kukalahkan dan terlalu kuat untuk kulawan. Aku hanya mampu diam dan merenung.  Apakah selamanya begini? Ah,otakku buntu untuk berfikir kali ini.  Aku tak pumya cukup ilmu untuk menjawabnya. Aku seperti anak keong yg hanya mampu bersembunyi di rumahku sendiri, terlalu lemah,  terlalu bodoh pernah menikmati keadaan itu. Aku tidak tau apa yg akan kulalui setelahnya,aku tidak mengerti seperti apa duniaku sesudah ini. Aku tidak akan melawan,  aku juga tidak akan menentangmu. Aku hanya cukup diam Dan mengalah, karna bukankah mengalah bukan berarti kalah? Baiklah,  terlalu banyak aku berkata akan terlalu sulit untuk kamu pahami ini,  ya aku mengerti itu. Seperti pohon kaktus yang hidup di padang gurun, iya akan tetap mampu bertahan disana karna iya punya air hidupnya, aku juga sama. Aku akan bertahan dengan modal dan caraku sendiri. Aku tidak peduli sebagaimana keji kamu meni...
Nyatanya, kata "Kita" adalah empat buah huruf yang taklagi bermakna. Segala kata manis juga usaha, berakhir percuma. Bahkan janji untuk setia, tak bedanya seperti omong kosong belaka. Sekuat apapun aku bertahan dan menahan, kamu selalu berusaha melepas genggaman.  Dan akhirnya perpisahan tak terelakan, harus kurelakan. Karena tidak ada hati yang merasa nyaman berada dibawah tekanan, sekalipun itu dipaksa maka berujung menyakitkan. Kukatakan, setidaknya semua telah berujung sampai disini saja. Ingatlah, aku pernah menjadi wanita bebal yang keras kepala menolakmu untuk pergi. SentiaPepayosaGinting💖