Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari September, 2018

Janji

"Aku tidak suka kamu terluka, itulah alasan aku selalu ada. Aku tidak akan pergi, aku akan selalu ada. Aku suka mencintaimu dengan segala tingkah anehmu yang menyebalkan. Jangan khawatir, aku tidak akan lelah berkorban untukmu." Aku tidak pernah lupa setiap kata yang kau ciptakan untukku. Terkadang aku menangis mengingat hari ketika aku dan kamu menjadi kita. Aku mencari hal yang mampu mengundang tawaku, tidak ada jua. Aku tidak menyesali apa yang telah terjadi sekalipun itu ketika kamu pergi, karena aku tau kamu akan kembali seperti janjimu. Dan jikalau kamu suka keadaan ini, Aku akan terus seperti ini, aku tidak akan hilang. Kupastikan cintaku tidak akan hilang, aku akan menunggumu kembali. Sama sepertimu,  aku menyukai ketika kita yang berawal dari ketiadaan dan akhirnya ada bersamamu meski kembali tiada. SentiaPepayosaGinting

Teks Narasi Ekspositorik dan Narasi Sugestif beserta contohnya

A. Narasi Ekspositorik (Narasi Teknis) Narasi Ekspositorik adalah narasi yang memiliki sasaran penyampaian informasi secara dengan tujuan memperluas pengetahuan orang tentang kisah seseorang Contoh: "Sejak 2011-2013 aku hanya menerima penolakan" itu adalah kalimat asli dari Boy candra.  Siapa yang tak kenal dengan Boy Candra? penulis yang sangat menginspirasi kaum muda.  Boy Candra lahir 21 November 1989 besar di Sumatera Barat. Ia pernah kuliah di jurusan Administrasi Pendidikan, Universitas Negeri Padang.  Boy Candra sepertinya memang dilahirkan untuk menjadi penulis hebat. Dia sudah mulai menulis puisi sejak duduk di bangku SD kemudian baru serius memenuhi profesinya sebagai novelis sejak tahun 2011. Penulis ini memiliki ciri khas dengan karyanya yang bertema Romance, menurutnya tema ini dekat dengan generasi muda yang sedang dalam perjalanan menemukan cinta sejatinya.  Berikut ini beberapa novel karya Boy Candra yang sudah terbit di toko. 1. Origami hati 2.S...
Kini kusadar,  keadaan ini memang sangat sulit untuk dimengerti, terlalu besar untuk kukalahkan dan terlalu kuat untuk kulawan. Aku hanya mampu diam dan merenung.  Apakah selamanya begini? Ah,otakku buntu untuk berfikir kali ini.  Aku tak pumya cukup ilmu untuk menjawabnya. Aku seperti anak keong yg hanya mampu bersembunyi di rumahku sendiri, terlalu lemah,  terlalu bodoh pernah menikmati keadaan itu. Aku tidak tau apa yg akan kulalui setelahnya,aku tidak mengerti seperti apa duniaku sesudah ini. Aku tidak akan melawan,  aku juga tidak akan menentangmu. Aku hanya cukup diam Dan mengalah, karna bukankah mengalah bukan berarti kalah? Baiklah,  terlalu banyak aku berkata akan terlalu sulit untuk kamu pahami ini,  ya aku mengerti itu. Seperti pohon kaktus yang hidup di padang gurun, iya akan tetap mampu bertahan disana karna iya punya air hidupnya, aku juga sama. Aku akan bertahan dengan modal dan caraku sendiri. Aku tidak peduli sebagaimana keji kamu m...
Nyatanya, kata "Kita" adalah empat buah huruf yang taklagi bermakna. Segala kata manis juga usaha, berakhir percuma. Bahkan janji untuk setia, tak bedanya seperti omong kosong belaka. Sekuat apapun aku bertahan dan menahan, kamu selalu berusaha melepas genggaman.  Dan akhirnya perpisahan tak terelakan, harus kurelakan. Karena tidak ada hati yang merasa nyaman berada dibawah tekanan, sekalipun itu dipaksa maka berujung menyakitkan. Kukatakan, setidaknya semua telah berujung sampai disini saja. Ingatlah, aku pernah menjadi wanita bebal yang keras kepala menolakmu untuk pergi. SentiaPepayosaGinting💖

Diam saja jika itu yg baik

Kini kusadar,  keadaan ini memang sangat sulit untuk dimengerti, terlalu besar untuk kukalahkan dan terlalu kuat untuk kulawan. Aku hanya mampu diam dan merenung.  Apakah selamanya begini? Ah,otakku buntu untuk berfikir kali ini.  Aku tak pumya cukup ilmu untuk menjawabnya. Aku seperti anak keong yg hanya mampu bersembunyi di rumahku sendiri, terlalu lemah,  terlalu bodoh pernah menikmati keadaan itu. Aku tidak tau apa yg akan kulalui setelahnya,aku tidak mengerti seperti apa duniaku sesudah ini. Aku tidak akan melawan,  aku juga tidak akan menentangmu. Aku hanya cukup diam Dan mengalah, karna bukankah mengalah bukan berarti kalah? Baiklah,  terlalu banyak aku berkata akan terlalu sulit untuk kamu pahami ini,  ya aku mengerti itu. Seperti pohon kaktus yang hidup di padang gurun, iya akan tetap mampu bertahan disana karna iya punya air hidupnya, aku juga sama. Aku akan bertahan dengan modal dan caraku sendiri. Aku tidak peduli sebagaimana keji kamu meni...