Kini kusadar, keadaan ini memang sangat sulit untuk dimengerti, terlalu besar untuk kukalahkan dan terlalu kuat untuk kulawan. Aku hanya mampu diam dan merenung. Apakah selamanya begini? Ah,otakku buntu untuk berfikir kali ini. Aku tak pumya cukup ilmu untuk menjawabnya. Aku seperti anak keong yg hanya mampu bersembunyi di rumahku sendiri, terlalu lemah, terlalu bodoh pernah menikmati keadaan itu. Aku tidak tau apa yg akan kulalui setelahnya,aku tidak mengerti seperti apa duniaku sesudah ini. Aku tidak akan melawan, aku juga tidak akan menentangmu. Aku hanya cukup diam Dan mengalah, karna bukankah mengalah bukan berarti kalah? Baiklah, terlalu banyak aku berkata akan terlalu sulit untuk kamu pahami ini, ya aku mengerti itu. Seperti pohon kaktus yang hidup di padang gurun, iya akan tetap mampu bertahan disana karna iya punya air hidupnya, aku juga sama. Aku akan bertahan dengan modal dan caraku sendiri. Aku tidak peduli sebagaimana keji kamu menilaiku, seburuk apa kamu menanggapku. Aku tidak peduli itu. Hidup memang seperti ini tak selamanya sesuai ingin kita. Sudahya! Kebodohanku kembali. Kuutus saja diam ku untuk menyelesaikan ini karna aku terlalu lemah dan bodoh pernah bersedia merasakannya. Maaf!
Letnan Jenderal Jamin Ginting adalah salah satu pahlawan nasional Indonesia. Beliau merupakan seorang pejuang kemerdekaan yang memiliki tekad besar melindungi tanah air, terutama sewaktu masa penjajahan Jepang (1942-1945) dan Agresi Militer Belanda I dan II (1947-1949). Letjen Jamin Ginting lahir pada 12 Januari 1921 di Desa Suka, Kecamatan Tiga Panah, Kabupaten Karo. Semasa hidupnya, beliau telah menyandang berbagai jabatan seperti Komandan Resimen, Komandan Pangkalan Tentara dan Teritorium, Panglima Tentara dan Teritorium Bukit Barisan di Sumatera Utara dan menjadi Asisten II Menteri Panglima Angkatan Darat dan Inspektur Jenderal Angkatan Darat di Jakarta. Pada tahun 1968 hingga tahun 1972, Letjen Jamin Ginting menjadi anggota Dewan Perwakilan Rakyat dan juga menjadi Sekretaris Bersama Golongan Karya. Selain itu beliau juga pernah menjadi Ketua Diskusi Luar Negeri Indonesia dan Ketua Dewan Angkatan 45 serta menjadi Duta Luar Biasa Biasa Berkuasa Penuh Republik Indonesia untu...
Komentar
Posting Komentar