Langsung ke konten utama

Teks Narasi Ekspositorik dan Narasi Sugestif beserta contohnya

A. Narasi Ekspositorik (Narasi Teknis)
Narasi Ekspositorik adalah narasi yang memiliki sasaran penyampaian informasi secara dengan tujuan memperluas pengetahuan orang tentang kisah seseorang
Contoh:
"Sejak 2011-2013 aku hanya menerima penolakan" itu adalah kalimat asli dari Boy candra.  Siapa yang tak kenal dengan Boy Candra? penulis yang sangat menginspirasi kaum muda.  Boy Candra lahir 21 November 1989 besar di Sumatera Barat. Ia pernah kuliah di jurusan Administrasi Pendidikan, Universitas Negeri Padang.  Boy Candra sepertinya memang dilahirkan untuk menjadi penulis hebat. Dia sudah mulai menulis puisi sejak duduk di bangku SD kemudian baru serius memenuhi profesinya sebagai novelis sejak tahun 2011. Penulis ini memiliki ciri khas dengan karyanya yang bertema Romance, menurutnya tema ini dekat dengan generasi muda yang sedang dalam perjalanan menemukan cinta sejatinya.  Berikut ini beberapa novel karya Boy Candra yang sudah terbit di toko.
1. Origami hati
2.Setelah hujan reda
3.Catatan pendek untuk cinta yang panjang
4.Senja,hujan dan cerita yang telah usai
5.Sepasang kekasih
6.Surat kecil untuk Ayah
7.Suatu hari di 2018
8.Buku puisi-kuajak kau ke hutan dan tersesat berdua
9. Sebuah usaha melupakan
10.Pada senja yang membawamu pergi.
11.Seperti hujan yang jatuh kebumi
12.Malik dan Elsa


sentiapepayosaginting
B.Narasi Sugestif
Narasi sugestif adalah narasi yang berusaha untuk memberikan suatu maksud tertentu,  menyampaikan suatu amanat terselubung kepada para pembaca atau pendengar sehingga tampak seolah-olah melihat.
Contoh:
Seorang gadis cantik sedang berdiri didepan gerbang rumahnya dengan menggendong tas bergambar galaxy di punggung. Ia beberapa kali melihat arloji berwarna hitam yang melingkar dipergelangan tangannya dengan cemas.
Sudah jam 06.20 sebentar lagi bel masuk sekolah berbunyi, ia akan telat jika tidak segera berangkat ditambah lagi jarak rumahnya menuju sekolah lumayan jauh.  Gadis yang memakai seragam putih abu-abu yang mempunyai nametag "Mawar Lizya Mandeville" itu pun berdecak kesal dan ngedumel dalam hati. Sepuluh menit kemudian, sebuag mobil sedan berwarna hitam berhenti didepannya orang-orang yang ia tunggu akhirnya datang juga. Siapakah yang datang Menjemputnya?

Komentar

  1. Balasan
    1. Makasih banyak junita. Ada saran atau kritik untuk ini?

      Hapus
    2. Perhatikan ulang cara penulisannya Tia

      Hapus
    3. Ohiya, makasih banyak big jun. Kesempatan lainnya akan ku perbaiki. Ada yang lain nak?

      Hapus
  2. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  3. Bagus....kembangkan terus bakatmu

    BalasHapus
  4. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  5. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  6. Bagus sen,kembangkan terus bakatmu jangan menyerah sampai sukses

    BalasHapus
  7. Infonya sangat bagus,lanjutkan terus bakatmu, folback ya kakk

    BalasHapus
  8. Bagus dibaca untuk yang ingin berkuliah .

    BalasHapus


  9. Pengetikanya sudah bisa dikatakan mendakati sempurna sentia tapi masih ada yang salah yakni pengetikan sebuah seharusnya sebuah,terus paragraf sugestinya sentia coba kamu tambah sedikit lagi agar mengigit para pembaca, terimakasih sentia atas tulisannya.

    BalasHapus
    Balasan


    1. Maksud saya kalimat sebuag yang seharusnya menjadi sebuah oke,sukses ya.

      Hapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Feature Sejarah Museum Letjen Jamin Ginting

Letnan Jenderal Jamin Ginting adalah salah satu pahlawan nasional Indonesia. Beliau merupakan seorang pejuang kemerdekaan yang memiliki tekad besar melindungi tanah air, terutama sewaktu masa penjajahan Jepang (1942-1945) dan Agresi Militer Belanda I dan II (1947-1949). Letjen Jamin Ginting lahir pada 12 Januari 1921 di Desa Suka, Kecamatan Tiga Panah, Kabupaten Karo. Semasa hidupnya, beliau telah menyandang  berbagai jabatan seperti Komandan Resimen, Komandan Pangkalan Tentara dan Teritorium, Panglima Tentara dan Teritorium Bukit Barisan di Sumatera Utara dan menjadi Asisten II Menteri Panglima Angkatan Darat dan Inspektur Jenderal Angkatan Darat di Jakarta. Pada tahun 1968 hingga tahun 1972, Letjen Jamin Ginting menjadi anggota Dewan Perwakilan Rakyat dan juga menjadi Sekretaris Bersama Golongan Karya. Selain itu beliau juga pernah menjadi Ketua Diskusi Luar Negeri Indonesia dan Ketua Dewan Angkatan 45 serta menjadi Duta Luar Biasa Biasa Berkuasa Penuh Republik Indonesia untu...

Diam saja jika itu yg baik

Kini kusadar,  keadaan ini memang sangat sulit untuk dimengerti, terlalu besar untuk kukalahkan dan terlalu kuat untuk kulawan. Aku hanya mampu diam dan merenung.  Apakah selamanya begini? Ah,otakku buntu untuk berfikir kali ini.  Aku tak pumya cukup ilmu untuk menjawabnya. Aku seperti anak keong yg hanya mampu bersembunyi di rumahku sendiri, terlalu lemah,  terlalu bodoh pernah menikmati keadaan itu. Aku tidak tau apa yg akan kulalui setelahnya,aku tidak mengerti seperti apa duniaku sesudah ini. Aku tidak akan melawan,  aku juga tidak akan menentangmu. Aku hanya cukup diam Dan mengalah, karna bukankah mengalah bukan berarti kalah? Baiklah,  terlalu banyak aku berkata akan terlalu sulit untuk kamu pahami ini,  ya aku mengerti itu. Seperti pohon kaktus yang hidup di padang gurun, iya akan tetap mampu bertahan disana karna iya punya air hidupnya, aku juga sama. Aku akan bertahan dengan modal dan caraku sendiri. Aku tidak peduli sebagaimana keji kamu meni...
Nyatanya, kata "Kita" adalah empat buah huruf yang taklagi bermakna. Segala kata manis juga usaha, berakhir percuma. Bahkan janji untuk setia, tak bedanya seperti omong kosong belaka. Sekuat apapun aku bertahan dan menahan, kamu selalu berusaha melepas genggaman.  Dan akhirnya perpisahan tak terelakan, harus kurelakan. Karena tidak ada hati yang merasa nyaman berada dibawah tekanan, sekalipun itu dipaksa maka berujung menyakitkan. Kukatakan, setidaknya semua telah berujung sampai disini saja. Ingatlah, aku pernah menjadi wanita bebal yang keras kepala menolakmu untuk pergi. SentiaPepayosaGinting💖